Review "Candi jolotundo"
Pesona keindahan alam Mojokerto
Hallo arek-arek Mojokerto kabeh yang saya cintaii ๐
Ketemu aku maneh neng kene. Saiki aku bakal nge-review lan cerito sithik, kenopo aku iso jubus kene.
Oke. Cekidottt
Kisah ini berawal dari rasa rindu yang memupuk di dada.
Jadi intinya, saya lagi jalan bareng nih bareng si mas. Muter2 pake motor ke daerah pacet tanpa tujuan. Akhirnya kita pun sampai di trawas, dan si mas memutuskan untuk mampir ke candi jolotundo.
Well.. Saya pun baru pertama kali ini kesana. Jadi gatau kalau disana ternyata bisa berendamm. Huhuhu๐ข๐ข
Dikutip dari berbagai sumber catatan sejarah, Candi Jolotundo merupakan bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana dari Bali, diperuntukan bagi Raja Airlangga, puteranya, setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan.
Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan, gunung suci bagi umat Hindu aliran Siwa.
Dari gunung, air dialirkan melalui jaringan bawah tanah menuju Candi Jolotundo. Air menjadi salah satu bagian penting dalam ritual masyarakat saat itu, apalagi bersumber dari gunung yang dianggap suci.
Selain itu, air disini pun dianggap bisa membuat awet muda bro..
Tak heran banyak para wisatawan yang berendam disana. Bahkan membawa pulang air dengan jerigen yang telah dijual di kawasan.
Untuk berendam, tempat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Tidak boleh telanjang.
Candi Jolotundo memiliki sendang atau tempat air berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur.
Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan, gunung suci bagi umat Hindu aliran Siwa.
Dari gunung, air dialirkan melalui jaringan bawah tanah menuju Candi Jolotundo. Air menjadi salah satu bagian penting dalam ritual masyarakat saat itu, apalagi bersumber dari gunung yang dianggap suci.
Selain itu, air disini pun dianggap bisa membuat awet muda bro..
Tak heran banyak para wisatawan yang berendam disana. Bahkan membawa pulang air dengan jerigen yang telah dijual di kawasan.
Untuk berendam, tempat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Tidak boleh telanjang.
Candi Jolotundo memiliki sendang atau tempat air berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur.
Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan di bawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 yang dipenuhi banyak ikan.
Pada malam-malam tertentu, Candi Jolotundo banyak didatangi warga yang menggelar ritual-ritual dengan maksud dan tujuan tertentu
Pada malam-malam tertentu, Candi Jolotundo banyak didatangi warga yang menggelar ritual-ritual dengan maksud dan tujuan tertentu
Kemarin untuk masuk sini, ga dipungut biaya mahal, cuma rp. 10.000. Murah kan..
Penampakan candi jolotundo
Banyak ikannya gaess.. Gendut2 bikin gemes pengen dibawa pulang.. Wkwk
Permisi.. Mbak e numpang selfi..
Haha
Oke rek.. Cekap semanten.. Ayo silahkan main kesana yahh.. Saran aja sih, mari kita jelajahi indahnya alam di lingkungan kita, bangga, cinta dan lestarikan.
Salam damai ๐๐๐



Tidak ada komentar:
Posting Komentar